Seputar Kampus
Perbaikan UKSW Dot Edu Lambat
SALATIGA — Hingga hari ini perbaikan situs web resmi UKSW (www.uksw.edu) belum juga selesai. BTSI (Biro Teknologi dan Sistem Informasi) masih “berkutat” dengan perbaikan server. Padahal, desain dan aplikasi penggerak situs yang baru telah siap sejak kemarin.
Karir Jurnalisme
Scientiarum mengundang mahasiswa UKSW yang berminat pada bidang jurnalisme untuk bergabung dengan Scientiarum sebagai jurnalis, dengan persyaratan sebagai berikut:
Silakan kirim lamaran beserta riwayat hidup dan contoh berita yang anda tulis sendiri kepada redaksi melalui email ke alamat redaksi@scientiarum.com, atau Kantor Redaksi Scientiarum, Gedung Lembaga Kemahasiswaan UKSW, Jalan Diponegoro 52-60, Salatiga 50711.
Batas akhir pengumpulan berkas tanggal 14 Mei 2008.
Kirim Artikel
Redaksi Scientiarum mengundang anda untuk mengirimkan artikel (berita/opini/cerpen) untuk dimuat di Scientiarum. Silakan kirim artikel anda melalui email ke alamat redaksi@scientiarum.com, atau Kantor Redaksi Scientiarum, Gedung Lembaga Kemahasiswaan UKSW, Jalan Diponegoro 52-60, Salatiga 50711. Sertakan identitas lengkap, pas foto, dan nomor telepon/HP yang dapat dihubungi.
Pengumuman Anda
Pasang pengumuman anda di sini. Kirim materi pengumuman melalui email ke alamat redaksi@scientiarum.com. Gratis!
Seputar Kampus
SALATIGA — Hingga hari ini perbaikan situs web resmi UKSW (www.uksw.edu) belum juga selesai. BTSI (Biro Teknologi dan Sistem Informasi) masih “berkutat” dengan perbaikan server. Padahal, desain dan aplikasi penggerak situs yang baru telah siap sejak kemarin.
SALATIGA — Sejak 7 Mei 2008 situs web resmi UKSW (www.uksw.edu) mengalami masalah. Arsip-arsip berita hilang sama sekali. Yang tertinggal hanyalah halaman-halaman statis, seperti halaman Program Pendidikan dan Profil Kemahasiswaan. Hingga seminggu berlalu, masalah tersebut belum terselesaikan. BTSI (Biro Teknologi dan Sistem Informasi — Red), biro yang bertanggungjawab menggawangi situs tersebut, belum mampu memastikan sumber masalah.
Wacana dalam pengertian analisis isi adalah retorika yang dipakai dalam kerangka memengaruhi pikiran publik. Dalam bahasa politik, wacana juga mengandung unsur kekuasaan yang coba dipaksakan. Bukan secara fisik, tetapi pada tataran mental individu maupun kelompok secara persuasif dan argumentatif. Sehingga, wacana tidak sekadar dimaknai sebagai penyampaian pesan ataupun menginformasikan pengetahuan. Lebih dari itu, wacana memberikan pesan kekuasaan dari yang berkuasa kepada yang dikuasai.
SALATIGA — Mesach Krisetya dan Sony Heru Priyanto resmi dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) UKSW pada Rabu, 30 April 2008. Upacara pengukuhan ini menambah jumlah guru besar di UKSW menjadi 17 orang, sekaligus menjadikan UKSW sebagai perguruan tinggi swasta dengan jumlah guru besar terbanyak se-Kopertis Wilayah VI (Jawa Tengah).
SALATIGA — Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia (PSKTI) UKSW bekerjasama dengan Cooperative Research Center for National Plant Biosecurity (CRCNPB) Pemerintah Australia, Charles Darwin University (Australia), Universitas Mahasaraswati (Denpasar), Universitas Nusa Cendana (Kupang), dan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) menyelenggarakan lokakarya, bertempat di Ruang Probowinoto UKSW dan Quality Hotel Wahid Salatiga, 18-19 April 2008. Temanya, “Australian-Indonesian Community Management System for Food and Biosecurity 2008-2012.”
Salatiga & Sekitarnya
SALATIGA — “Nasionalisme kita adalah nasionalisme berkembang. Untuk itu, nasionalisme harus tetap dijaga dan dipertahankan,” pesan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mantan Presiden Indonesia keempat, ketika menjadi pembicara utama dalam Sarasehan Nasional Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Salatiga di Quality Hotel Wahid Salatiga, Selasa, 15 April 2008.
SALATIGA — Pada 4 Maret 2008, para PKL (pedagang kaki lima) depan kampus UKSW dan SMP Stella Matutina mendapat surat edaran dari Dinas Pasar dan PKL perihal “Pemberitahuan Waktu Berjualan bagi PKL.” Surat itu meminta para PKL agar “menyesuaikan” diri dengan Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2006 pasal 12 ayat 3 (yang menyebutkan bahwa waktu berjualan pagi dimulai antara pukul 09.00 sampai dengan 16.00 WIB — Red). Alasannya, “karena Jalan Diponegoro khususnya depan UKSW dan SMP Stella Matutina sangat padat dan sering terjadi kecelakaan.” Begitu bunyi surat edaran tersebut.
TENGARAN — Pendidikan dan kegiatan belajar saat ini banyak diidentikkan dengan sekolah. Makin mahal bayaran sekolah, kualitas pengajar pun makin mendukung. Semakin bagus seragam yang dikenakan, lengkap pula fasilitas di dalamnya.
SALATIGA — Kamis (21/2) siang, di depan kampus UKSW terdapat pemandangan yang tidak biasa. Sekelompok anak muda berkumpul membagi-bagikan makanan dan selebaran. Kelompok tersebut adalah kolektif Food Not Bombs (FNB) dari Salatiga, atau yang lebih dikenal secara lokal dengan nama kolektif “Pangan untuk Semua (PUS).” Semangat yang mereka bawa sama dengan kolektif FNB seluruh dunia, yaitu kebersamaan, kesetaraan, solidaritas, nonprofit oriented, dan tanpa pemimpin.
Sosial & Budaya
Gerilya Melawan Eksploitasi Seni Merapi
Akhir-akhir ini ada fenomena menarik berkaitan dengan gelar budaya dan pentas seni di wilayah lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang. Sejak 2000 hingga 2008, tercatat ada puluhan gelar budaya dan pentas seni yang telah terselenggara. Media lokal dan nasional pun berramai-ramai ikut mendokumentasikan. Orang perseorangan dan atau bersama organisasi tertentu begitu antusias menyelenggarakan gelar budaya dan pentas seni Merapi. Ada apa di balik semua ini?
Pendidikan
Menyoal Kualitas Pendidikan
Kondisi Indonesia sejak dilanda krisis ekonomi pada 1997 sampai sekarang masih belum menentu. Dalam dunia pendidikan pun, Indonesia masih punya masalah yang cukup serius. Di media massa banyak dilansir mengenai rendahnya mutu pendidikan kita. Kualitas sumber daya manusia Indonesia hanya berada di peringkat ke-109, kalah dari Malaysia, Jepang, Thailand, dan Vietnam (M. Nurdin, 2005).
Humaniora
Antonio Gramsci dan Penaklukan Perempuan
Pada mulanya, hanya ada seorang dewi yang bernama Tiamat, sedangkan laki-laki belum diciptakan. Dari Tiamat inilah laki-laki diciptakan. Ironisnya, laki-laki tersebut kemudian membuat Tiamat tunduk di bawah kekuasaannya.
Politik & Hukum
Amandemen Kelima UUD 1945: Sebuah Keniscayaan
Menjelang akhir 2006, Syamsuddin Haris, dalam pidato pengukuhannya sebagai profesor riset mengatakan, “bahwa kondisi politik dan ketatanegaraan Indonesia yang diwarnai mismanajemen dan ketidakteraturan sistemik yang akumulatif harus kembali diluruskan. Dalam jangka pendek, perlu dilakukan revisi undang-undang bidang politik untuk mengondisikan terbangunnya relasi kekuasaan dan perilaku kepemimpinan yang dibingkai prinsip dasar berdemokrasi dan bernegara. Sedangkan dalam jangka menengah dan panjang, perubahan (amandemen) kelima atas UUD 1945 adalah keniscayaan politik, agar bangunan sistem politik dan pemerintahan lebih efektif, stabil, dan produktif, sehingga mendekatkan bangsa ini pada cita-cita demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan” (Kompas, 30 Desember 2006).
Sastra
Waktu Purba Sonya
Gadis itu cantik parasnya dan cukup manja. Aku pertama kali melihatnya di gereja. Ya, Sabtu sore itu aku melihatnya saat misa. Aku satu bangku dengannya. Kami saling bertatapan dan melemparkan senyuman. Ada yang terhentak dalam diriku saat senyum manisnya menyembul dari bibir tipisnya disertai lesung di pipinya. Tidak seperti biasanya, seusai misa aku lantas memburu nomor HP-nya dengan bertanya kepada beberapa pemuda. Aku berhasil mendapatkan nomor HP-nya. Gadis remaja itu bernama Sonya. Ia sekolah di sebuah SMU swasta di Yogyakarta. Ia duduk di bangku kelas tiga. Ternyata, ia sekampung denganku.
Sosok
Stevanus Theodurus: Saya Yakin Gay Bukan Penyakit dan Bukan Dosa
SALATIGA — Stevanus Theodurus Gary Natanael, Petugas Lapangan Yayasan Gesang (yayasan yang bergerak di bidang sosial, advokasi, dan HAM untuk kaum gay — Red) untuk Kota Salatiga, merasa dirinya sudah ditakdirkan untuk menjadi seorang gay sejak lahir. Meski sejak SD sudah diikutkan pencak silat oleh keluarganya, namun hal itu tidak dapat memudarkan naluri kewanitaannya. Baginya, seorang gay tidak dapat disetir oleh siapapun, tapi berjalan apa adanya. Ia juga berpendapat bahwa hal ini bukan pilihan hidup, tapi jalan hidup yang sudah ditentukan.
Resensi
Freedom Writers
Kisah ini sangat menakjubkan dan mengkritik para tenaga pengajar yang kebanyakan melakukan generalisasi pada anak didik. Erin Gruwell telah melakukan pendidikan yang humanis, membebaskan, dan beralaskan kasih. Ini adalah kisah nyata tentang kelas 203, dimana Erin Gruwell melakukan pendidikan yang benar-benar menakjubkan. Gruwell telah mendobrak paradigma pendidikan dan memberi pandangan baru sebagai solusi.


