Scientiarum edisi Cetak

Stevanus Theodurus: Saya Yakin Gay Bukan Penyakit dan Bukan Dosa

Sosok ini telah dilihat 11,233 views sejak 29 February 2008

Stevanus Theodurus Gary Natanael, Petugas Lapangan Yayasan Gesang (yayasan yang bergerak di bidang sosial, advokasi, dan HAM untuk kaum gay — Red) untuk Kota Salatiga, merasa dirinya sudah ditakdirkan untuk menjadi seorang gay sejak lahir. Meski sejak SD sudah diikutkan pencak silat oleh keluarganya, namun hal itu tidak dapat memudarkan naluri kewanitaannya. Baginya, seorang gay tidak dapat disetir oleh siapapun, tapi berjalan apa adanya. Ia juga berpendapat bahwa hal ini bukan pilihan hidup, tapi jalan hidup yang sudah ditentukan.

“Mungkin saya gay memang sejak lahir,” ucap lelaki kelahiran Solo, 25 Desember 1987, yang memiliki tindik di hidung ini. “Saat lahir saya biasa-biasa saja dan benar-benar jadi seorang gay dari SD. SMP udah masuk ke dunia malam dan udah jadi ‘kucing’ (gigolo — Red). Selama dua tahun saya menjalani kehidupan yang demikian dan akhirnya saya mulai merasa resah dan berpikir, ‘Buat apa sih saya mencari uang dengan cara begitu?’ Meski waktu itu ‘harga’ saya lagi tinggi, tapi saya memutuskan untuk meninggalkan dunia tersebut. SMP kelas tiga saya sudah memutuskan untuk tidak menjadi ‘kucing’ lagi dan inilah untuk pertama kalinya saya jalan dengan cowok, meski pada waktu itu saya masih punya cewek.”

Menginjak bangku SMA, keberanian untuk masuk ke dalam komunitas gay secara besar-besaran baru muncul. Namun masyarakat dan orangtua belum tahu mengenai hal itu, karena Theo masih harus menjaga image-nya. Apalagi, saat itu ia terlibat aktif dalam sie kerohanian di SMA-nya. Akhir SMA kelas tiga ia baru mengatakan hal yang sebenarnya kepada keluarga.

“Dari dulu saya sudah nyaman dengan keadaan sebagai seorang gay, tapi belum berani bereksplorasi. Ketika masuk kuliah saya baru berani tampil dan menyatakan kepada masyarakat bahwa saya gay. Tapi bukan karena semata-mata Salatiga adalah daerah baru bagi saya, lalu saya berani. Di manapun saya berada saya harus berani. Yang mendorong saya untuk berani adalah banyak orang mengatakan, ‘This is your life. Ini kehidupanmu dan kamu harus bisa menjalani.’”

Bagi tokoh gay Salatiga ini, gay dan lesbian bukanlah penyakit. “Kalo gay adalah penyakit menular, saya cuma mau ngomong, ‘Tolong carikan obatnya dong.’ Kalau tidak ada obatnya, berarti ada dua penyakit yang belum bisa diobati di Indonesia, yaitu gay dan AIDS. Gay bukan penyakit, tapi itu hanyalah suatu perbedaan orientasi seksual,” jelas mahasiswa UKSW tersebut. ”Di Salatiga, yang saya ketahui, ada 200 gay dan 50 persen adalah anak UKSW. Namun mereka masih tertutup dan belum mau mengaku. Sebenarnya, orang-orang yang berjalan dengan maskulin tidak menjamin bahwa ia bukan gay.”

Saat ini Theo masih berjuang bagi kaumnya. Cita-citanya adalah ingin membuat seminar dan membuka cakrawala mahasiswa UKSW bahwa inilah kehidupan gay dan lesbian. Sampai saat ini dia tidak memperjuangkan haknya sebagai seorang gay, namun memperjuangkan hak sebagai warga negara Indonesia. Baginya, jangan sampai hak warga negara Indonesia dibagi lagi menjadi hak WNI yang gay dan WNI yang tidak gay.

Keberanian dalam pengungkapan jati dirinya ke masyarakat tentunya menimbulkan pro kontra. ”Saya menghargai mereka semua. Yang penting kita saling menghargai dan tidak mengejek. Penerimaan mungkin masih sulit, tapi itu bukan masalah. Di fakultas saya sendiri saya tidak mendapat tekanan atau penolakan dari pihak fakultas. Dan seandainya saya jalan sama cowok, itu bukan berarti cowok yang saya ajak jalan juga gay. Saya juga kasihan sama teman-teman cowok. Takutnya kalo jalan dengan temen cowok, nanti temen cowok itu juga dikira gay. Itulah sebabnya saya sudah mengantisipasi hal tersebut. Jadi, kalau jalan sama teman cowok, saya pasti nanya, ‘Kamu nyaman nggak jalan sama aku? Kalau nggak nyaman, ya sudah nggak usah.’ Mungkin itu sebabnya saya lebih cenderung banyak bergaul dengan teman wanita.”

”Saya tidak menyesal telah menjadi seorang gay. Saya yakin semua sudah digariskan sama Tuhan. Dan saya yakin gay bukan dosa dan bukan kesalahan, hanya dogma dan keduniawian orang-orang lah yang mengatakan gay sebagai dosa. Saya sudah yakin untuk menjadi seorang gay,” tegas Theo.

”Harapan yang saat ini masih ingin saya wujudkan untuk kaum gay dan waria, ayo kita berjuang bersama untuk punya satu suara! Jangan sampai satu organisasi punya seribu suara. Kita harus punya satu suara untuk memperjuangkan hak kita sebagai WNI. Buat kalian yang di luar komunitas gay, stop diskriminasi dan stop kemunafikan!” pungkasnya.

Tag: , ,

256 komentar telah masuk. Apa pendapat Anda?

Halaman: « 116 17 18 19 20 21 22 23 24 25 [26] Show All

  1. Komentar no. 251

    Aku 100% setuju dg tulisan itu.
    Soalnya terus terang aku sendiri lesbi sebenarnya….. hehehehe
    aku suka praktek BDSM ama mistress yg agak sadis.

  2. Komentar no. 252

    Aq juga seorang gay .Saya binggung kenapa saya tuh selalu dihina buat temen”yg masih normal tolong hargai gay. Saya yakin semua tuh mau jd normal tapi kenapa saya tuh susah banget. Tapi saya akan terus berdoa pd tuhan ku “JESUS kristus”GBu.

  3. Komentar no. 253

    Siapa bilang bukan dosa??? Tuhan menciptakan manusia berpasangan coy!!! Apakah pernah mendengar Tuhan menciptakan adam ke dua untuk adam pertama?? Sangat konyol kalau menyatakan bahwa Gay atau Lesbi adalah hal yang wajar.

    Buat para gay dan lesbi:
    Orang – orang tidak pernah memandang anda sebelah mata. Justru rasa jijik dan mual mereka terhadap anda itu adalah suatu bentuk empati. Mereka menanggapi anda dengan expressi seperti itu karena menginginkan anda hidup normal. Coba anda menjadi normal pasti respon dari orang lain akan berbeda mereka akan menganggap anda seperti orang normal.

    Saran buat gay dan lesbi:
    Itu cuma kesalahan pola pikir saja. Mungkin faktor lingkungan dan keadaan keluarga. Apa indahnya sih mengaggumi sesama jenis??? Coba sadari kesalahan dalam hidup anda diwaktu kecil!!!!! PErbaiki selagi bisa!!!!

    “Gay dan Lesby adalah orang yang butuh kepedulian yang lebih besar dari lawan jenis, kebanyakan dari mereka mendapatkan perhatian itu dari sesama jenis, sehingga tercipta hubungan yang tidak wajar”

  4. Komentar no. 254

    saya salut pada Anda! anda angat berani.. saya kagum! saya mempunyai masalah dengan kekasih saya..dia memutuskan untuk menjadi gigolo. awalnya saya kira dia bercanda..tetapi dia bilang tekadnya sudah bulat.. saya bingung..apa yang harus saya lakukan untuk mencegah dia..saya sangat mencintainya..saya tidak ingin kehilangan dia..apalagi dengan cara seperti ini.. mohon petunjuk…

  5. Komentar no. 255

    utk atania pratiwi, apakah bener anda suka bdsm?
    mo cerita lebih lanjut? kirim email ya…. lisa_bung@yahoo.co.id
    trims.. saya jg seorang mistress kok..

  6. Komentar no. 256

    salut buat kak theo yang punya keberanian besar untuk mendeklarasikan dirinya sebagai kaum gay. tidak semua orang punya kekuatan untuk menghadapi kehidupan yang memang diskriminatif terhadap kaum yang dianggap abnormal.

    tapi sayangnya saya tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa laki-laki tetap laki-laki yang hanya ditakdirkan untuk menyimpan ‘rasa’ pada perempuan. gay/lesbi memang bukan penyakit tapi suatu pola pikir yang bertolak belakang dengan kebiasaan masyarakat. memang sangat sulit untuk hidup di masyarakat dengan pola pikir bertentangan karena cenderung menghadapi tekanan-tekanan yang berat dari masyarakat itu sendiri.
    yang ingin saya tekankan, gay adalah sebuah pola pikir yang abnormal yang sebenarnya dapat diubah jika orang itu memang benar ingin merubahnya !
    i believe this statement : choose the life based on your mind !

Halaman: « 116 17 18 19 20 21 22 23 24 25 [26] Show All

Berikan pendapat anda. Bergabung dalam diskusi.

SETUJU TAK SETUJU. Lapis-lapis kebenaran senantiasa mengalami penyempurnaan, lewat kritik dan koreksi. Anda bisa kirim kritik dan koreksi untuk artikel di atas lewat kolom komentar di bawah. Anda juga bisa menulisnya dalam sebuah artikel baru, atau surat pembaca, yang dikirim lewat form kontak yang tersedia. Redaksi berhak menyunting setiap naskah yang masuk sejauh tidak mengubah makna dan substansinya.

BACA SEMUA. Artikel di atas dan komentar di bawah adalah satu keutuhan. Jika hendak ikut diskusi, baca semua terlebih dahulu, agar pemahaman Anda utuh, dan komentar Anda tak keluar dari konteks pembicaraan.

UNJUK MUKA. Anda juga bisa tampilkan wajah atau logo Anda setiap kali berkomentar di sini. Mendaftarlah di Gravatar.com dan ikuti petunjuknya. Atau Anda masih ingin pakai anonimitas tanda tanya? :) Silakan ....

HARAP SABAR. Setiap komentar akan melewati proses moderasi sebelum tampil. Silakan berkomentar dengan sopan dan bertanggungjawab. Komentar anonim atau alias tetap diperbolehkan, namun kami mengimbau agar anda sudi menunjukkan identitas asli.