KARI Salatiga tolak kenaikan harga BBM
Berita ini telah dilihat 1,540 views sejak 21 May 2008
SCIENTIARUM/SATRIA A. NONOPUTRA
Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM berunjuk rasa di bundaran Tamansari, Salatiga.
SALATIGA — Rabu, 21 Mei 2008, Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM (KARI) Salatiga, yang terdiri dari LK UKSW, LMND Salatiga, BEM STIE AMA, GMKI Salatiga, Komunitas Anak Jalanan Salatiga, Yayasan Percik, dan Becikke Seduluran Saklawase (BSS), melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Unjuk rasa ini adalah tindak lanjut dari diskusi di tenda keprihatinan sehari sebelumnya.
Mereka melemparkan tuntutan menolak kenaikan harga BBM, nasionalisasi industri pertambangan asing, dan perubahan APBN yang lebih berpihak kepada rakyat. Mereka berpendapat, selama ini pemerintah tidak pernah memberikan kesejahteraan untuk rakyat, namun justru menindas. Dan kenaikan harga BBM bukanlah solusi yang tepat untuk menutup defisit APBN karena beban subsidi BBM pascakenaikan harga minyak dunia.
Sebelum turun ke jalan, para pengunjuk rasa masuk ke dalam areal kampus UKSW untuk pencarian massa. Massa aksi yang dipimpin Syalom Pasau dari LMND Salatiga mengajak para mahasiswa UKSW untuk bergabung menolak kenaikan harga BBM. Sayangnya, tidak ada mahasiswa yang mau bergabung. Padahal, UKSW mendukung sepenuhnya aksi tersebut dengan memberikan ijin absen bagi mahasiswa yang hendak ikut namun ada kuliah.
Menurut Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa UKSW, Noviani, alasan mengapa tidak ada mahasiswa UKSW yang mau ikut dalam aksi tersebut adalah tingkat kesadaran mereka yang sangat kurang terhadap keadaan yang terjadi di lingkungan sekitar. Mereka lebih asyik nongkrong di kafe ketimbang ikut unjuk rasa.
Massa aksi pun akhirnya turun ke jalan dengan jumlah sekitar 70 orang. Mereka berjalan kaki dari kampus UKSW di jalan Diponegoro menuju bundaran Tamansari, sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan makian untuk para pejabat pemerintah. Hal ini sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas selama sekitar setengah jam.
Orasi dilakukan di bundaran Tamansari. Perwakilan dari masing-masnig elemen pun tampil.
Seorang perwakilan dari BSS mengungkapkan, “Oknum pemerintah tidak bertanggungjawab dan pemerintah membuat rakyat semakin terengah-engah.”
BSS juga menolak BLT karena, menurut mereka, BLT bukanlah “bantuan langsung tunai” tapi “bantuan langsung telas.”
Dalam orasi tersebut juga sempat hadir Ahmadi, anggota DPRD Salatiga dari fraksi PAN. Ahmadi turut berorasi menolak kenaikan harga BBM.
“Jika pemerintah tidak mampu selesaikan masalah (kenaikan harga BBM — Red), maka sebaiknya pemerintah turun saja dari jabatanya,” seru Ahmadi.
Ahmadi juga ikut menandatangani pernyataan sikap KARI Salatiga yang isinya menolak kenaikan harga BBM.
Selain Ahmadi, anggota DRPD lain yang turut berorasi adalah Sarwono dari fraksi Partai Golkar. Ia pribadi mendukung aksi tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah harus mencari solusi lain dalam masalah kenaikan harga BBM. Sarwono juga mau menandatangani pernyataan sikap seperti dilakukan Ahmadi.
Ketika orasi berlangsung, VW Safari kuning yang ditumpangi Sri Sultan Hamengkubuwana X dan John Manuel Manoppo, Walikota Salatiga, sempat dua kali melintas di depan massa aksi. Namun massa tak mampu menghentikan laju kendaraan tersebut, karena pengawalan ketat pihak kepolisian. Padahal, saat persiapan aksi di tenda keprihatinan, KARI Salatiga berharap mampu meminta Hamengkubuwana untuk turut menandatangani pernyataan sikap menolak kenaikan harga BBM.
Karena gagal mendapatkan tandatangan Hamengkubuwana di jalan, akhirnya massa bergerak menuju Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga guna bertemu dengan Hamengkubuwana, yang saat itu menghadiri Sarasehan Kebangsaan. Namun usaha mereka tidak berhasil karena tidak diperbolehkan masuk oleh aparat kepolisian dan pihak panitia kegiatan. Pihak panitia bahkan mengutarakan bahwa aksi tersebut sudah menggangu ketenangan acara yang berlangsung. Akhirnya, massa pun meninggalkan GPD dengan kecewa dan kembali menuju kampus UKSW.

Komentar no. 21
8 May 2009 15:29
Perambah
Salut buat perjuangannya, lakukan sesuatu yang lebih konkrit atau tindak lanjut dari demonstrasi ini…Salam… tindakan nyata juga perlu… untuk membebaskan mereka yang tertindas, berjuanglah melalui saluran yang ada, wakili rakyat… jangan sampe kalah ma uang…